Sunday, August 18, 2024

Manual



1. Cek Kondisi Oli

Melakukan pengecekan oli adalah hal yang penting dalam perawatan sepeda motor. Cek juga apakah terjadi kebocoran pada wada penampung oli. Jika kadar oli berkurang, hal tersebut sangan berbahaya. Tidak hanya volumenya saja, pengecekan kondisi dari warnanya juga penting. Oli yang berwarna kehitaman dan encer sebaiknya segera diganti sudah tidak mampu melumasi dengan baik.

2. Cek Kondisi Aki

Tidak hanya oli, pengecekan kondisi aki juga penting bagi kelistrikan. Usia aki pada motor idealnya adalah 2 tahun. Lebih dari 2 tahun, kondisi aki motor umumnya sudah menurun dan sebaiknya diganti aki motor baru yang sesuai seperti yang sebelumnya digunakan.

3. Cek Kondisi Rantai

Rantai dan roda gigi tidak sesederhana CVT belt matic. Untuk mencegah terjadinya permasalahan pada rantai serta roda gigi, sebaiknya melakukan perawatan atau rajin mengecek bagian rantai apakah terdapat kelonggaran serta bagian yang bolong, agar bisa segera diganti jika ada kerusakan.

4. Merawat Filter Kaburator

Filter kaburator memiliki fungsi dalam sistem pengabutan dimana terjadinya proses pemasukan bahan bakar kedalam silinder pada mesin motor. Filter kaburator harus terjaga dengan baik agar mesin motor bebek dapat berfungsi dengan normal. Untuk membersihkan filter kaburator cukup dengan menggunakan kompresor angin dan lakukan pengecekan tiap servis/ganti oli.

5. Perhatikan Kualitas Busi

Busi berfungsi sebagai pemantik api untuk nyala mesin. maklum, kebanyakan motor bebek masih menggunakan kick starter disamping elektrik starter. Sama seperti aki, jika sudah 2 tahun ke atas kondisi busi sudah tidak prima lagi. Meski umumnya masih berfungsi, namun tenaganya sudah menurun. Ada baiknya busi motor bebek diganti secara rutin tiap 2 tahun.

Matic

 


1. Periksa Drive Belt

Drive belt berkerja seperti rantai pada motor bebek dan sport. Komponen inilah yang menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Agar kinerjanya tetap optimal, perlu dilakukan pemeriksaan setiap 5.000 km dan menggantinya secara rutin sesuai jadwal servis berkala.

Jika secara visual drive belt mulai terlihat mulur dan terdapat retak, itu salah satu tanda sabuk pemutar perlu diganti. Ciri lainnya jika terdengar bunyi berdecit atau suara terdengar kasar saat motor dijalankan, serta akselerasi sepeda motor terasa lambat dan sulit mendapatkan kecepatan sesuai kemampuan motor.

2. Cek Roller Weight

Gerakan roller akibat gaya sentrifugal saat mesin berputar membuat mekanisme CVT bekerja. Secara visual, bentuk roller yang sudah berubah atau penyok merupakan tanda perlu diganti. Suara berisik di dalam CVT bagian depan juga bisa jadi tanda kondisi roller weight sudah turun.

3. Perhatikan Kampas Kopling Matic

Kampas kopling pada transmisi CVT sepeda motor matic perlu mendapat pemeriksaan rutin sesuai jadwal servis berkala. Pada sepeda motor bermesin di bawah 150 cc interval pemeriksaannya setiap 5.000 km, sedangkan untuk kapasitas mesin 150 cc ke atas setiap 10.000 km.

Penggantian dapat dilakukan lebih awal kalau saat pemeriksaan secara visual ditemukan kondisi kampas kompling sudah tipis. Indikasi kampas kopling harus diganti juga bisa dirasakan ketika sepeda motor berakselerasi. Saat tuas gas diputar, akselerasi sepeda motor terasa lambat, bahkan ketika putaran mesin sudah tinggi.


4. Bersihkan Filter Transmisi CVT

Transmisi CVT harus bebas dari debu, oli dan air. Jika tidak, dapat mengakibatkan licin dan berbunyi serta menghambat laju kendaraan akibat putaran mesin tidak bisa diteruskan ke roda belakang dan akselerasi hilang. Perhatikan keadaan filter CVT supaya dapat menyaring kotoran dengan baik untuk menjaga kebersihan rumah transmisi CVT.

5. Ganti Oli Transmisi Matic

Meskipun tidak berhubungan langsung dengan transmisi CVT, sebaiknya dilakukan penggantian oli transmisi motor matic setidaknya setiap dua kali ganti oli mesin. Roda gigi di dalam komponennya membutuhkan pelumas dan pelindung dari gesekan yang prima supaya tidak cepat aus dan sanggup meneruskan tenaga ke roda dengan baik. 

6. Gunakan Oli Mesin Motor Matic Berkualitas

Tidak hanya transmisi CVT, mesin sepeda motor matic juga butuh servis rutin. Untuk motor matic tangguh dengan jam terbang tinggi, disarankan mengganti oli mesin setiap 2.500 – 3.000 km supaya terjaga kualitasnya. Oli MASTER Durability SAE 20W-40 API SL/MB dirancang untuk memaksimalkan durabilitasnya ketika melumasi komponen mesin.

Dengan SAE 20W yang lebih kental, saat kondisi dingin oli tidak akan menyusup hingga ke ruang bakar. Sementara angka SAE 40 merupakan kebutuhan untuk motor standar Yamaha saat beroperasi. Oli tangguh ini sangat cocok untuk penggunaan harian dan kerja berat seperti ojek online.


Karburator



Mesin yang mengandalkan karburator memang semakin jarang ditemui di motor-motor modern. Motor zaman sekarang sudah menggunakan sistem injeksi yang lebih ramah lingkungan. Sebenarnya karburator disukai karena perawatan, pengaturan atau modifikasinya bisa dilakukan oleh pemilik motor.

Secara detil, fungsi karburator adalah:


  • Mencampur bahan bakar dan udara.
  • Mengabutkan campuran bahan bakar dan udara.
  • Mengontrol putaran mesin.


Campuran bahan bakar udara yang dilakukan oleh karburator mengikuti perbandingan tertentu yang disebut air fuel ratio atau AFR. 

Beberapa perbandingan yang digunakan adalah:

Campuran ideal, yaitu 1 : 15 = 1 gram bahan bakar dicampur 15 gram udara. Ada yang menyebutkan 14,7 gram udara.

Campuran rendah, yaitu 1 : 18.

Campuran tinggi, yaitu 1 :12.

injeksi



Injeksi motor adalah sistem bahan bakar pada sepeda motor yang menggunakan teknologi injeksi bahan bakar elektronik, di mana bahan bakar diinjeksikan ke dalam mesin melalui injektor yang dikontrol oleh unit kontrol mesin (ECU). Dalam sistem injeksi, bahan bakar diukur secara akurat oleh sensor-sensor, kemudian disemprotkan ke dalam ruang bakar pada saat yang tepat untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang ideal untuk menghasilkan tenaga dan efisiensi yang optimal.


Dalam sistem injeksi, campuran udara dan bahan bakar disesuaikan secara otomatis oleh ECU, sehingga sepeda motor dapat menghasilkan tenaga yang lebih besar dan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem karburator tradisional. 


Selain itu, sistem injeksi juga lebih mudah dalam perawatan dan lebih ramah lingkungan karena emisi gas buang yang dihasilkan lebih rendah. 

Ban Motor Michelin Pilot Street 70/90 Ring 17 Tubeless



 - Performa handal di permukaan jalan basah

- Lebih awet 35% dibandingkan dengan Michelin Pilot Sporty

- Handling dan kenyamanan berkendara luar biasa

- Desain yang terinspirasi dari sepeda motor sport


Harga 1 Ban


Keseimbangan Daya Cengkram dan Keawetan Ban Terbaik


Alur yang memanjang dari tengah ke bahu ban mampu menyingkirkan air dengan lebih baik, menghasilkan daya cengkram yang handal pada jalanan basah.

Ban Motor Michelin Pilot Street 80/90 - Ring 14 - Tubeless



Performa handal di permukaan jalan basah

Lebih awet 35% dibandingkan dengan Michelin Pilot Sporty

Handling dan kenyamanan berkendara luar biasa

Desain yang terinspirasi dari sepeda motor sport

Harga untuk 1 Ban

380.000

Keseimbangan Daya Cengkram dan Keawetan Ban Terbaik


Alur yang memanjang dari tengah ke bahu ban mampu menyingkirkan air dengan lebih baik, menghasilkan daya cengkram yang handal pada jalanan basah.


Ban ini cocok untuk motor :


Honda : Beat, Beat Sporty, Beat Street, Scoopy, Spacy, Vario, Vario 110, Vario 125, Vario 150,


Suzuki : Adress, Lets, Nex, Sky Drive, Spin


Yamaha : Aerox 125, Fino, Mio, Mio M3, Mio S, Mio Z, Mio Soul, Mio Soul GT, Xeon, Xeon RC

Yamahalube 4T Silver



Yamalube Silver Motor Oil diformulasikan untuk mesin motor 4-Tak Yamaha tipe moped (underbone) yang membutuhkan perawatan dan perlindungan maksimal. Kelebihan dari Yamalube Silver Motor Oil :

1. Melindungi mesin dari karat dan korosi

2. Membersihkan dan menjaga komponen mesin tetap bersih dari endapan – endapan

3. Dengan anti dispersan sehingga mampu bekerja pada temperatur rendah

4. Stabilitas daya oksidasi yang tinggi mampu mempertahankan kekentalan

Direkomendasikan untuk motor 4-Tak tipe moped (underbone)